Setengah abad mengakrabi
inka-pena dan lusuh kertas
bersama cermata tua
dia penyair tegar
penuh sedar...
Di dalam sesak
gagap bicara
sengketa darma
diranumi sejarah parah
agar diharapkan tanah ini
akan senantiasa megah
karyanya, insani hemah.
Antara gejolak Salina
ke Balada Hilang Peta
Fikirnya,
generasi akan memercup
sejaya-jayanya.
Dan harapnya,
usah dibiarkan
akta bahasa tercela
melanyak arkib - teks - manuskrip - pustaka
secara sengaja
cita bangsanya, akan -
terus murni dan moga
nanti -
generasi tidak canggung dengan bahasa bondanya sendiri.
Jika saban kita terlihat dirinya
syahdu di Banjaran Keningau atau
dalam pikuk Beaufort dirinya sasau
bertafakur mesra -
di lereng Masjid India,
pena laung tajam menegur
kembara sememangnya ia,
muhasabah bernadi sejarah supaya lentera budayanya
gilang bermaruah.
Memohon, lagu tanah ini dinyanyikan -
akan lebih luhur.
Ritmanya serasa.
Jangan pula kita lupa;
Di dalam gempanya
Rusuhan PPSMI,
golaknya berteraju
dia pejuang paling kharsani
karya-karyanya terlalu abadi.
Simpang siur selama lima dekad ini;
dia terlalu banyak -
tersedak
oleh teguk murka parah peristiwa.
Raganya arkib negara.
Resahnya adalah sejarah.
Larik puisinya adalah bukti,
Dia,
Penyair segar -
penuh sabar
Masih terketar.
23-25 april 2010
tangga merah
How to Make Grammar Part of Your Daily Life
-
[image: good grammar]
I recently started relearning how to play the guitar after a rather long
hiatus. It’s not like I ever learned how to play it properly...
Sehari yang lalu
